Minggu, 23 Agustus 2015

Belajar Agama Islam

Setelah Al Quran, maka kitab yang perlu dibaca oleh setiap muslim adalah kitab Hadis. Kitab Hadis pertama yang direkomendasikan yaitu kitab Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi, kemudian kitab Bulughul Maram karya Imam Ibnu Hajar. Baru setelah itu kitab Jami'us Shaghir karya Imam As Suyuthi, kemudian kitab Silsilah Hadis Sahih karya Imam Al Albani. 

Para ulama telah sepakat bahwa hanya hadis sahih dan hasan saja yang bisa dijadikan pegangan. Hadis dhaif tidak dapat dijadikan pegangan karena masih memiliki kemungkinan terjadinya kesalahan pada periwayatannya. Adapun hadis maudhu tentu saja ditolak karena hadis maudhu adalah hadis palsu yang dibuat oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Penelitian sanad hadis dan mengelompokannya ke dalam kategori shahih, hasan, dhaif, dan maudhu adalah kekhususan dari umat Islam. Ini membuktikan umat Islam adalah umat yang ilmiyah yang selalu memperhatikan keakuratan berita, hal ini tidak dimiliki oleh umat lain.

Menurut Imam Suyuthi rahimahullah, di dunia ini paling banyak hanya ada sekitar 200.000 lebih hadis nabi. Imam Suyuthi mengumpulkan 100.000 hadis dari 200.000 lebih hadis itu dalam kitabnya Jamiul Kabir. Akan tetapi, sebelum beliau sempat menyelesaikannya, ternyata ajal lebih dahulu menjemputnya. Sebelum meninggal dunia, beliau telah menyalin sebuah ringkasan kitab Jami'ul Kabir dan menamakannya dengan nama Jami'us Shaghir. Kemudian setelah menyalin kitab Jami'us Shaghir, beliau menuliskan lampiran hadis yang susunannya sama seperti Jami'us Shaghir. Lampiran itu diberi nama dengan Ziyadah Jami'us Shaghir. Beberapa peneliti menyebutkan jumlah hadis pada kitab Jami'us Shaghir adalah 10.031. Jika ditambah dengan lampirannya menjadi 14.700. 

Dari jumlah tersebut, Imam Al Albani rahimahullah menyusun kitab yang isinya hanya hadis sahih yaitu kitab Sahih Jami'us Shaghir yang terdiri dari 8.202 hadis sahih. Sedangkan sisanya dimasukan ke dalam Dha'if Jami'us Shaghir. Demikianlah penjelasan yang ada pada mukadimah kitab Shahih Jami'us Shaghir karya Imam Al Albani rahimahullah. Berdasarkan penelitian Syaikh Al Albani, hadis sahih pada kitab Jami'us Shaghir karya Imam Suyuthi berjumlah 8.202 dari 14.700 hadis. Artinya hadis sahih dalam kitab Jami'us Shaghir hanya 55 persen, sementara sisanya 44 persen adalah hadis dhaif dan maudhu. Oleh karena itu, para pelajar yang sedang mempelajari hadis perlu memperhatikan derajat hadis yaitu siapa ulama yang mensahihkannya.


Selasa, 18 Agustus 2015

Tiga Permisalan

Permisalan pertama, orang tentu saja akan meminum obat yang berasal dari resep dokter tanpa protes atau menanyakan tentang resep itu. Meskipun si pasien tidak mengerti tentang resep dari si dokter namun si pasien tetap menerimanya atas dasar kepercayaan kepada si dokter. Sebab dokter yang membohongi pasiennya tentu bisa diketahui melalui rekam jejak yang berasal dari laporan pasien atau keterangan ahli dari dokter lainnya.

Permisalan kedua, ada sebuah roti yang dihias dengan berbagai rupa hiasan yang elok dan memikat, tampak lezat, tetapi telah dibubuhi suatu racun. Meskipun roti itu tampak menggiurkan bagi setiap orang yang memandangnya tetapi tentu saja racun itu mampu merusak dan membahayakan tubuh bahkan mematikannya. Adakah orang yang berakal akan tetap menyantap roti itu yang telah diketahuinya?

Permisalan ketiga, ada sebuah obat dari dokter yang rasanya begitu pahit namun obat itu mampu menyembuhkan penyakit yang diderita. Meskipun obat itu rasanya begitu pahit namun ternyata bermanfaat bagi orang yang sedang sakit karena mampu menyembuhkan penyakit dan membuat tubuh menjadi sehat. Biar bagaimanapun dokter memberi obat yang rasanya pahit itu untuk suatu tujuan yang baik.


Imperialisme

Saya menolak jika Bahasa Inggris lebih diutamakan daripada Bahasa Indonesia. Saya ini orang Indonesia bagaimana mungkin saya diminta untuk menguasai Bahasa Inggris layaknya orang Inggris. Tidak mengapa mempelajari Bahasa Inggris kalau hanya sekedar mengetahuinya sebagai alat komunikasi internasional. Hanya saja mengutamakan Bahasa Inggris daripada Bahasa Indonesia adalah bentuk imperialisme budaya. Orang Indonesia diminta mempelajari Bahasa Inggris, apa orang Inggris dan dunia internasional diminta mempelajari Bahasa Indonesia? Lagipula dalam perdagangan internasional pun, pengusaha hanya cukup menguasai struktur Bahasa Inggris yang sederhana.

Saya juga menolak jika penanaman modal asing mendominasi perekonomian di negeri ini. Kegiatan ekonomi yang didominasi penanaman modal asing artinya terjadi imperialisme ekonomi. Kalau penanaman modal asing mendominasi perekonomian suatu negara, lalu apa bedanya dengan zaman kolonialisme dan imperialisme yang terdahulu? Karena kedaulatan dan kemerdekaan tidak semata hanya pada aspek militer saja, melainkan juga sosial, politik, ekonomi, budaya, dan hukum. Dari sekitar 55 Negara Islam di dunia ini, hanya ada dua negara yang tidak pernah dikuasai kekuatan Barat yaitu Saudi dan Turki. Penanaman modal asing di Saudi memang ada, akan tetapi tidak mendominasi sehingga kedaulatan negeri Saudi relatif kuat. Kerajaan Saudi Arabia juga sebagai satu-satunya Negara Arab yang tidak pernah dikuasai oleh kekuatan asing.


Nilai Moral

  • Nilai sosial biasanya berkisar pada struktur dan sistem yang digunakan untuk melihat pola hubungan antar manusia secara menyeluruh. Nilai sosial lebih menekankan pada pendidikan
  • Nilai politik biasanya berkisar pada pilihan beserta alasannya sehingga bermuatan nilai yang dibangun di atas suatu argumentasi. Nilai politik lebih menekankan pada kebijakan publik
  • Nilai ekonomi biasanya berkisar pada efisiensi dan efektivitas dari berbagai pilihan yang ada, suatu biaya ada untuk kegunaan tertentu
  • Nilai budaya biasanya berkisar pada nilai dan norma tentang benar dan salah, baik dan buruk, indah dan tidak indah, manfaat dan tidak manfaat, memberi dan menerima
  • Nilai hukum biasanya berkisar pada regulasi yang mengatur kekuasaan publik dan privat, juga perlindungan terhadap hak asasi manusia


Israel

Israel dalam Bahasa Ibrani memiliki arti yang sama dengan Abdullah dalam Bahasa Arab. Israel ialah nama lain dari Nabi Yaqub. Sehingga tidak tepat apabila menyebut negara Zionis-Yahudi dengan sebutan Israel. Sebab Nabi Yaqub bukan penganut Agama Yahudi. 

Yesus Kristus dalam Bahasa Yunani memiliki arti yang sama dengan Isa Almasih dalam Bahasa Arab. Sehingga tidak tepat apabila dikatakan orang Kristen mengikuti ajaran Nabi Isa. Sebab orang Kristen mengikuti ajaran Paulus. 

Apabila mazhab Ahlul Bait bermakna mengikuti ajaran Ahlul Bait yang lurus, maka Ahlussunnah adalah mazhab Ahlul Bait. Sehingga tidak tepat apabila dikatakan orang Syiah mengikuti mazhab Ahlul Bait. Sebab ajaran Syiah bertentangan dengan ajaran Ahlul Bait.

Catatan: tulisan ini dibuat sebagai bentuk pelayanan umum terhadap ilmu pengetahuan menurut cara pandang penulis.


Tauhid

Tauhid terbagi menjadi tiga yaitu Tauhid Rububiyah, Tauhid Uluhiyah, Tauhid Asma' dan Sifat. Tauhid Rububiyah adalah mengesakan Allah berkenaan dengan tiga perkara yaitu penciptaan, kekuasaan, dan pengaturan. Tauhid Uluhiyah adalah mengesakan Allah dalam ibadah. Adapun ibadah dibangun di atas tiga perkara yaitu cinta, takut, dan harap. Tauhid Asma' dan Sifat adalah mengesakan Allah dengan nama dan sifat-Nya tanpa ada penyerupaan, peniadaan, perubahan, dan tanya bagaimana.

Ahlu Tauhid meyakini bahwa semua yang sampai di tangan kita sejatinya adalah rezeki dan anugerah Allah. Qarun dikecam di dalam lembaran wahyu karena menyatakan bahwa apa yang ia dapatkan adalah hasil dari ilmu dan jerih payahnya sendiri. Lembaran wahyu menjelaskan bahwa apa yang manusia miliki adalah pemberian dari Allah. Seperti halnya lembaran wahyu menjelaskan bahwa Allah yang mengajari manusia bisa berbicara. Apabila manusia mendapatkan anak setelah menikah, maka anak itu adalah pemberian dari Allah melalui sebab perantara menikah. Apabila manusia mendapatkan kesembuhan setelah meminum obat, maka kesembuhan itu adalah pemberian dari Allah melalui sebab perantara obat.

Diantara rukun iman dalam agama Islam yaitu percaya terhadap takdir baik dan takdir buruk. Allah pencipta kebaikan dan keburukan berdasarkan hikmat dan keadilan sehingga semua perbuatan Allah adalah baik, tidak ada yang tidak baik. Karena itu, kebaikan disandarkan kepadaNya. Adapun keburukan tidak disandarkan kepadaNya, akan tetapi disandarkan kepada sebagian makhlukNya. Allah menakdirkan keburukan atau kejahatan akan tetapi Allah tidak meridhai keburukan atau kejahatan.


Senin, 17 Agustus 2015

Anatomi Penyimpangan

Agama Islam pada awalnya cuma ada satu, baru kemudian muncul sekte sempalan yang menafsiri agama dengan pemahaman bid'ah. Sekte pertama dalam Islam adalah Khawarij yang melakukan pemberontakan dan pembunuhan terhadap Khalifah Utsman dan Ali. Kemudian munculah sekte Syiah buatan Abdullah ibnu Saba seorang Yahudi dari Yaman yang pura-pura masuk Islam untuk merusak Islam dari dalam. Abdullah ibnu Saba seperti Paulus seorang Yahudi dari Tarsus yang pura-pura mengikuti ajaran Isa Almasih untuk merusak ajaran Isa Almasih. Kemudian muncul aliran Sufisme atau Tasawuf yang menyimpang. Ketiga sekte ini merupakan ajaran menyimpang yang sudah lama ada dan pertama kali muncul di Irak

Penyimpangan yang pertama kali muncul ialah Khawarij, kemudian Syiah, kemudian Qadariyah, kemudian Murji'ah, kemudian Sufiyah, kemudian Mu'tazilah, kemudian Jahmiyah, kemudian Kulabiyah, kemudian Asy'ariyah, kemudian Maturidiyah. Kemudian setelah itu muncul hizbiyah seperti Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, Jamaah Tabligh, Sururiyah, Hadadiyah, Halabiyah, dan lain sebagainya

Adapun Ahmadiyah dan sebagian Syiah ekstrem bukanlah termasuk sekte Islam, melainkan agama lain di luar Islam. Ahmadiyah dan sebagian Syiah ekstrem adalah orang-orang kafir dan dihukumi sebagai orang murtad jika mereka enggan untuk bertobat. Apabila ada yang bertanya, jika Syiah ekstrem adalah kafir mengapa Syiah Iran masih diizinkan melakukan haji oleh pemerintah Saudi Arabia? Maka jawabannya sederhana yaitu orang-orang awam Syiah ekstrem yang hanya ikut-ikutan dan akidahnya bukan Syiah ekstrem tidaklah dikafirkan. Jadi yang jelas dihukumi sebagai kafir hanya penganut Syiah ekstrem yang tulen yaitu para tokoh-tokoh agamanya yang penipu. Seandainya pun mereka dihukumi kafir namun secara lahiriyah mereka mengaku sebagai Muslim sehingga dihukumi sebagai orang zindik atau munafik. Bukankah orang yang keterlaluan dalam kemunafikan di zaman nabi shalat di belakang nabi dan mereka itu dianggap bukan beriman?

Catatan: tulisan ini dibuat sebagai bentuk pelayanan umum terhadap ilmu pengetahuan menurut cara pandang penulis.